Iklan
iklan
Terkadang rasa nyeri akibat bisul membuat gerakanmu terbatas. Rasa sakit bahkan bisa disertai demam. Pada beberapa kasus bisul dapat bertambah banyak (disebut juga karbunkel). Sebelum menimpamu, yuk cari cara mengobati bisul!
Bisul merupakan penyakit infeksi kulit yang berawal dari folikel rambut atau kelenjar minyak. Penyakit ini banyak ditemukan di daerah leher, muka, ketiak, bahu, bokong, atau paha. Biasanya bisul akan membesar, mengandung nanah, dan disertai rasa sakit.
Pada awalnya kulit yang terinfeksi hanya akan berubah kemerahan, kemudian sedikit membengkak dan terasa lembek. Setelah 4 sampai 7 hari, nanah baru akan terkumpul di bawah kulit.
Begini Cara Penanganan Sendiri
Sebagian besar kasus bisul tidak membutuhkan penanganan medis. Sebab, umumnya bisul akan pecah dan mengeluarkan nanah dengan penanganan sendiri setelah 2 hari hingga 3 minggu.
Berikut tips dalam menangani bisul yang bisa kamu jalani secara mandiri di rumah:
Jangan Memencet Atau Mengeluarkan Nanah Sendiri
Hindari memencet atau mengeluarkan nanah sendiri, baik menggunakan tangan atau jarum. Cara mengobati bisul ini justru dapat memperparah infeksi pada bisul.
Risiko lain seperti penyebaran infeksi ke bagian lain kulit juga mungkin terjadi jika kamu memencet bisul. Bukannya membaik, memencet bisul ternyata bisa membuat infeksinya menyebar ke area kulit lain.
Kompres dengan Air Hangat
Bisul sebaiknya dikompres dengan air hangat untuk meredakan rasa sakit dan membantu nanah segera keluar. Kompres setiap 3-4 kali sehari selama 10-20 menit. Selain mengompres kamu juga boleh merendam bisul dalam air hangat.
Panas akan meningkatkan sirkulasi darah di sekitar bisul sehingga sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi akan dikirimkan lebih banyak pada area kulit yang mengalami bisul.
Jika teratur melakukannya, umumnya bisul dapat pecah dalam 10 hari. Setelah bisul pecah, kamu bisa menutupnya dengan perban atau kassa bersih untuk mencegah infeksi menyebar ke area kulit lainnya.

Bersihkan Bisul yang Sudah Pecah
Apabila bisul sudah pecah sendiri, kamu harus segera membersihkannya dengan sabun antibakteri sampai nanah hilang. Jangan lupa bersihkan bagian tersebut dengan alkohol. Langsung oleskan antibiotik dan tutup luka dengan perban.
Lanjutkan untuk membersihkan bagian yang terinfeksi 2 sampai 3 kali sehari. Hal ini berguna untuk mencegah infeksi menyebar ke bagian lain. Setelah itu, cuci tanganmu hingga bersih.
Lakukan semua tahap dengan steril agar penyakit cepat sembuh.
Penanganan Medis

Bisul berukuran besar, terasa sangat sakit, atau diikuti oleh gejala lainnya mungkin membutuhkan penanganan medis. Dokter akan memberikan cara mengobati bisul yang aman.
Membantu Mengeluarkan Nanah
Jika bisulmu belum pecah, maka dokter akan membantu mengeluarkan nanah dengan hati-hati. Prosedur ini disebut incision and drainage. Sebelumnya kamu akan diberikan anestesi lokal untuk membuat daerah bisul agak mati rasa.
Setelah dokter memastikan anestesi sudah berkerja, maka bisul akan dibuka dengan scalpel untuk mengeluarkan nanah. Proses ini tidak akan terasa sakit karena sudah diberi anestesi.
Pemberian Antibiotik
Dokter juga akan memberikan antibiotik untuk membantu menghentikan infeksi. Obat diperlukan untuk mencegah komplikasi atau infeksi lanjutan. Kasus yang membutuhkan antibiotik diantaranya:
- Karbunkel
- Bisul disertai demam
- Saat terjadi infeksi lanjutan
- Bisul di wajah
- Bisul yang terasa sangat sakit
Selalu habiskan antibiotik yang telah dokter resepkan sesuai anjuran meskipun bisul telah sembuh. Hal ini penting agar infeksi tidak kembali.
Setelah bisul pecah oleh prosedur medis, kamu harus rajin membersihkan dan mengobati luka atau bekas bisul. Lakukan hal yang sama dengan cara membersihkan bisul seperti di atas.
Bisul yang disertai demam atau diderita oleh seseorang dengan penyakit diabetes harus mendapatkan penanganan medis segera. Cara mengobati bisul apapun yang kamu pilih harus diikuti perawatan luka steril selama proses penyembuhan.
Penyebab dan Cara Mencegah Penularan Bisul

Kebanyakan bisul terjadi karena infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Kuman ini dapat menyebabkan bisul karena masuk melalui lapisan terluar kulit (lapisan epidermis) robek akibat luka kecil atau adanya gigitan serangga dan kemudian menginfeksi jaringan kulit.
Bisul dapat menyerang siapa saja, termasuk kamu yang bertubuh sehat. Namun, beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko terjadinya bisul seperti menderita diabetes, gangguan sistem kekebalan tubuh, kekurangan nutrisi, hidup di lingkungan yang kurang bersih, sering terekspos bahan kimia yang berpotensi mengiritasi kulit.
Untuk mencegah infeksi kulit yang nyeri ini bertambah parah atau bahkan menular pada orang lain, kamu bisa menerapkan beberapa cara:
- Cuci tangan kamu dengan rutin. Lakukan proses mencuci tangan sesuai tahapan yang benar dengan sabun dan air bersih.
- Selalu bersihkan dan tangani luka pada kulit. Jangan biarkan luka kotor dan berpeluang menjadi tempat tumbuhnya bakteri penyebab bisul.
- Jangan gunakan pisau cukur, handuk, baju, atau pakaian olahragamu bersama-sama dengan orang lain.
- Jaga kebersihan lingkungan dan pakaian kamu setiap hari.
- Gunakan hand-sanitizer terlebih setelah kontak dengan permukaan yang kotor seperti gagang pintu atau dudukan toilet.
Saat sudah sembuh, lakukan pencegahan agar bisul tidak kambuh. Cukup bersihkan tanganmu secara rutin menggunakan sabun antibakteri, bersihkan luka meskipun kecil dengan hati-hati, serta makan sehat ditambah olahraga teratur untuk menjaga imunmu.
Sekarang kamu sudah tahu cara mengobati bisul, kan? Jangan biarkan bisul bertambah parah, segera lakukan penanganan sendiri atau dengan bantuan medis!
sumber : https://www.okaydoc.com/id/artikel/cara-mengobati-bisul/

0 Response to "5 CARA MENGOBATI BISUL BESERTA PENCEGAHANNYA"
Post a Comment